119 Jamaah Umrah Asal Sulbar Dipastikan Aman, Ditengah Konflik Timur Yang Memanas

5
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah Sulbar, Ahmad Barambangy

 

MAMUJU, MandarPos.com – Eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat di Timur Tengah tidak berdampak bagi jamaah umrah asal Sulawesi Barat (Sulbar) yang saat ini tengah berada di Arab Saudi.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah Sulbar, Ahmad Barambangy, memastikan hingga saat ini kondisi para jamaah asal Sulbar terpantau dalam keadaan aman.

“Kami terus memantau perkembangan jamaah asal Sulbar melalui laporan berkala dari setiap biro perjalanan. Secara umum, kondisi mereka aman dan tetap bisa menjalankan ibadah di Makkah maupun Madinah,” ujar Ahmad saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026).

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulbar, terdapat total 119 jamaah dari enam biro perjalanan yang sedang menunaikan ibadah.

Di antaranya Ali Tour 29 orang, PT Asia Iman 28 orang, PT Pakem Tour 19 orang, PT Syafa Mandar Wisata 18 orang.

Kemudian PT Nurfadilah Wisata 14 orang, PT Ridha, dan Safari Tour 11 orang.

Jamaah dari biro Ali Tour, Asia Iman Wisata, dan Safa Mandar Wisata dilaporkan dalam kondisi aman dan sedang melaksanakan rangkaian ibadah.

“Alhamdulillah, jamaah kita tidak terpengaruh dan tetap melaksanakan ibadah dengan tenang,” ujarnya.

Sebagian jamaah Ali Tour hari ini dijadwalkan melakukan perjalanan dari Madinah menuju Makkah.

Biro Pakem Tour memiliki dua rombongan yang dijadwalkan kembali ke tanah air pada 12 Maret dan 25 Maret 2026.

Sementara itu, grup dari Nurfadilah Wisata untuk program itikaf akhir Ramadhan saat ini berada di Madinah dan direncanakan kembali ke tanah air pada 25 Maret.

Sebanyak 11 jamaah dari PT Ridha Safari Tour Pasangkayu saat ini masih berada di Jeddah.

Hal ini karena penerbangan yang dijadwalkan mengalami pengunduran (delay).

Sedianya, jamaah yang menggunakan maskapai Qatar Airways tersebut tiba di Indonesia.

Di tengah situasi yang dinamis, biro Jamaah Abu Ubaidah tetap dijadwalkan memberangkatkan rombongan baru pada 7 Maret.

Ahmad Barambangy menegaskan pihaknya terus berkoordinasi untuk memastikan kepulangan jamaah yang tertahan tidak mengalami kendala lebih lanjut.(*)