
Mamuju, MandarPos.com — Sejumlah proyek sarana air bersih di Kabupaten Mamuju yang melekat pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menuai polemik.
Proyek-proyek tersebut diduga dikerjakan secara asal-asalan oleh sejumlah kontraktor, memicu sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat.
Upaya konfirmasi terkait polemik ini menemui jalan buntu. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang membidangi kegiatan program air bersih tersebut, Marsuki, memilih bungkam dan tidak merespons panggilan telepon dari media.
Saat didatangi langsung di ruangannya di Kantor Dinas PUPR Mamuju di Jalan Martadinata, Marsuki juga tidak pernah berhasil ditemui.
“Memang Bapak ini jarang di kantor karena langsung ke lapangan,” ucap salah seorang staf yang enggan disebutkan namanya.
Hal serupa terjadi saat awak media menghubungi Kepala Dinas PUPR Mamuju, Aleksander Pattula, melalui telepon selulernya. Aleksander mengaku tidak mengetahui persis detail kegiatan tersebut dan mengarahkan langsung kepada PPK terkait.
“Kalau boleh, kita ketemu PPK-nya, Pak, dia lebih tahu kondisi kegiatannya,” ungkap Aleksander.
Diketahui, beberapa program air bersih yang dilaksanakan sejak tahun anggaran 2022 hingga 2024, dengan total taksiran anggaran hingga miliaran rupiah, mendapat sorotan serius. Tidak hanya dari warga di beberapa desa, Aliansi Mahasiswa Sulbar juga turut memberikan atensi terhadap proyek-proyek ini.
Beberapa lokasi proyek yang dikeluhkan warga antara lain berada di Desa Tanete Pao, Desa Patidi, Desa Lebani, Desa Ahu, Desa Tapandullu, dan Desa Orobatu. Di lokasi-lokasi tersebut, air bersih yang diharapkan warga hingga saat ini tak kunjung mengalir. (Jo)



















