
Mamuju, Mandarpos.com — Pemerintah Desa Lebani, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, terus menunjukkan kemajuan dalam upaya meningkatkan kemandirian pangan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di sektor peternakan ayam petelur.
Diketahui Sejak didirikan, BUMDes Desa Lebani yang fokus pada pengembangan usaha peternakan ayam petelur dengan manajemen yang terencana dan berkelanjutan. Setiap hari, ratusan butir telur berhasil diproduksi dan didistribusikan langsung kepada masyarakat dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Kepala Desa Lebani, Jumadir, menyampaikan bahwa program tersebut sudah berjalan dan dapat memenuhi kebutuhan warga meskipun dalam kondisi masih terbatas,
“Dengan adanya BUMDes ini, kami ingin memastikan kebutuhan pokok seperti telur dapat dipenuhi dari desa sendiri. Selain itu, ini juga menjadi peluang ekonomi bagi warga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BUMDes Maju Bersama Desa Lebani, Amiruddin, mengungkapkan tingginya minat masyarakat terhadap hasil produksi telur di desanya. Ia menyebutkan bahwa telur yang dihasilkan setiap hari selalu habis terjual, bahkan sebelum sempat dipanen.
“Telur kita itu dalam satu hari langsung habis, bahkan sebelum dipungut telur-nya itu sudah dibayar warga,” ungkap Amiruddin saat ditemui, Sabtu (11/4).
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk lokal yang dihasilkan BUMDes Lebani.
Tingginya permintaan juga menjadi indikator bahwa usaha peternakan ayam petelur yang dikelola desa berjalan dengan baik serta memiliki prospek yang menjanjikan ke depan.
Amiruddin menjelaskan, sistem penjualan yang diterapkan saat ini masih sederhana, di mana warga melakukan pemesanan terlebih dahulu sebelum telur dipanen.
Skema ini dinilai efektif karena memudahkan pengelolaan distribusi sekaligus memastikan tidak ada hasil produksi yang terbuang.
Ke depan, pihaknya berencana meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi permintaan yang terus meningkat dari masyarakat.
“Kami berencana menambah jumlah ternak agar bisa melayani lebih banyak warga sekaligus meningkatkan pendapatan desa,” pungkasnya.(jo)


















