Dari Limbah Sabut Kelapa Jadi Tas Bernilai, Karya Mahasiswa Unsulbar Dipesan hingga ke Negara Jerman

5
Marwah Maisun, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsulbar

MAMUJU, MandarPos.com – Kreativitas mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) dalam mengembangkan produk berbasis kearifan lokal turut meramaikan Sulbar Fair dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) ke-22.

Melalui kelompok UMKM Tanara Craft, mahasiswa Unsulbar memperkenalkan berbagai produk kerajinan berupa tas yang memanfaatkan bahan lokal, seperti sabut kelapa dan eceng gondok.

Menariknya, produk tersebut dipadukan dengan kain sutra khas Mandar atau Lipaq Saqbe, sehingga menghasilkan tas dengan ciri khas lokal sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Produk kerajinan mahasiswa Unsulbar tersebut ternyata tidak hanya diminati masyarakat lokal. Sejumlah produknya bahkan telah dipesan hingga ke luar negeri, salah satunya dari Jerman.

Marwah Maisun, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsulbar yang kini duduk di semester VII, mengatakan usaha tersebut telah berjalan sekitar satu tahun.

Menurut Marwah, pada awalnya produk yang dikembangkan lebih banyak menggunakan bahan eceng gondok. Namun, seiring berjalannya usaha, mereka mulai mengembangkan produk berbahan sabut kelapa.

“Kami tertarik menggunakan sabut kelapa karena bahan ini sangat mudah ditemukan, khususnya di daerah Kabupaten Majene. Selama ini sabut kelapa banyak yang hanya terbuang, sehingga kami melihat ada potensi usaha yang bisa dikembangkan,” ujar Marwah.

Ia menjelaskan, ide usaha tersebut muncul setelah mengikuti sebuah perlombaan. Dari kegiatan tersebut, mereka melihat adanya peluang untuk mengembangkan usaha yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengangkat potensi dan kearifan lokal Sulawesi Barat.

“Sebelumnya kami ikut lomba dan melihat ada potensi usaha yang dapat dikembangkan. Dari situ kami termotivasi untuk membuka usaha yang menyatu dengan kearifan lokal,” ungkapnya.

Marwah berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dapat memberikan dukungan, khususnya dalam bentuk bantuan permodalan, sehingga usaha mahasiswa tersebut dapat terus dikembangkan dan memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.

“Kami berharap pemerintah dapat memberikan bantuan dana untuk mengembangkan usaha tas berbahan sabut kelapa ini,” harapnya.

Selain berpartisipasi dalam Sulbar Fair dalam rangka Hari Jadi Sulbar ke-22, kelompok UMKM Tanara Craft yang berbasis di Kabupaten Majene tersebut juga tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti KMI Expo di Yogyakarta pada 27 September 2026.

“Insyaallah, tanggal 27 September 2026 kelompok UMKM Tanara Craft akan ikut KMI Expo di Yogyakarta,” ungkap Marwah.

Diketahui, kegiatan tersebut akan mempertemukan sejumlah perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa Unsulbar untuk kembali memperkenalkan produk kreatif berbasis kearifan lokal Sulawesi Barat ke pasar yang lebih luas. (Jo)