
Mamuju, MandarPos.com – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat terus berupaya keras menangani fenomena Anak Tidak Sekolah (ATS). Berdasarkan data terbaru yang belum terkonfirmasi dari Basis Data BKKBN tahun 2021, diperkirakan terdapat sekitar 27.000 ATS di Sulawesi Barat, angka ini menunjukkan penurunan signifikan dari sebelumnya yang mencapai lebih dari 40.000.
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat, Sjafuddin, pada hari Rabu (11/06/2025), mengungkapkan bahwa dari hasil rekonfirmasi ATS yang telah dilakukan, sekitar 5.000 anak berhasil diidentifikasi.
“Sebagian besar dari mereka sudah kami kembalikan ke sekolah sesuai dengan jenjang masing-masing,” ujar Sjafuddin.
Sjafuddin juga menjelaskan bahwa data ATS bersifat fluktuatif, yang berarti jumlahnya bisa bertambah atau berkurang tergantung pada kondisi di lapangan. Oleh karena itu, pihaknya senantiasa mempelajari bagaimana setiap sekolah dapat secara aktif menangani ATS di lingkungan sekitar mereka. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan angka ATS.
“Hampir pasti rata-rata ATS adalah anak dari keluarga miskin yang terkendala ekonomi,” tambah Sjafuddin,
Dalam upaya penanganan ATS, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah kabupaten. Pembagian peran menjadi krusial; pemerintah provinsi bertanggung jawab atas jenjang SMA dan SMK, sementara pemerintah kabupaten menangani jenjang SD dan SMP.
Pihak Dinas Pendidikan menargetkan penurunan angka ATS secara drastis. Salah satu strategi yang diterapkan adalah pemberian beasiswa dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Strategi ini diharapkan dapat menjadi insentif kuat bagi anak-anak untuk kembali ke bangku sekolah dan berdampak signifikan pada penurunan angka ATS. (Adv/Ir)

















