
Mamuju, Sulawesi Barat – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk melaksanakan SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) jenjang SMA, SMK, dan sederajat secara tertib dan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.
Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Barat, Dr. H. Mithhar, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) di Sulawesi Barat selama ini berjalan baik, namun evaluasi terus dilakukan untuk mengatasi berbagai kekurangan yang ada.
Salah satu fokus utama dalam perbaikan SPMB kali ini adalah penertiban kuota rombongan belajar (rombel). Kadisdik menekankan bahwa pelanggaran terhadap kuota, seperti menerima siswa melebihi batas maksimal lima rombel per sekolah, tidak akan ditoleransi. Sanksi tegas akan diberikan kepada sekolah yang kedapatan melanggar aturan ini.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap sekolah melaksanakan SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan. Jika juknis mengatakan lima rombel, maka harus lima rombel, tidak boleh lebih. Ini penting untuk menjaga kualitas pembelajaran dan rasio ideal antara guru dan siswa,” tegas Dr. Mithhar.
Lebih lanjut, Dinas Pendidikan berupaya maksimal agar seluruh lulusan SMP di Sulawesi Barat dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, SMK, dan sederajat. Langkah ini bertujuan untuk mengatasi angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dan memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Sekolah diharapkan dapat menerima siswa sebanyak-banyaknya sesuai dengan kuota yang diberikan.
Upaya ini juga merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk meningkatkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di wilayah tersebut. Saat ini, RLS Sulawesi Barat berada di angka 15, dan dengan semakin banyak siswa yang melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah atas, diharapkan RLS akan meningkat secara signifikan.
Peningkatan RLS ini diyakini akan berdampak positif pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Barat, yang menjadi salah satu fokus utama Gubernur Sulawesi Barat untuk terus ditingkatkan setiap tahunnya.
“Komitmen kita jelas, kita ingin seluruh sekolah dapat memaksimalkan penerimaan anak-anak tamatan SMP agar mereka bisa melanjutkan ke SMA, SMK, dan sederajat. Ini bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang investasi pada masa depan sumber daya manusia Sulawesi Barat,” ujar Kadisdik.
Dalam pelaksanaan SPMB terdapat empat jalur utama yang diperuntukkan bagi calon siswa:
-Jalur Prestasi: Memberikan kesempatan bagi calon siswa dengan berbagai prestasi akademik maupun non-akademik.
-Jalur Afirmasi: Ditujukan khusus untuk calon siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, sebagai wujud keberpihakan pemerintah terhadap akses pendidikan yang merata.
-Jalur Domisili: Memberikan prioritas kepada calon siswa yang berdomisili di sekitar lingkungan sekolah yang dituju, mendekatkan akses pendidikan dengan tempat tinggal siswa.
-Jalur Mutasi: Memfasilitasi calon siswa yang mengikuti kepindahan tugas atau pekerjaan orang tuanya dari luar daerah.
Dr. Mithhar berharap agar masyarakat, terutama anak-anak yang baru lulus SMP dan ingin melanjutkan pendidikan, dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk masuk ke SMA, SMK, dan sederajat. Beliau menekankan bahwa pendidikan adalah investasi penting bagi masa depan dan bekal hidup setiap individu.
“Kami berharap anak-anak kita dapat terus bermimpi dan meraih cita-citanya melalui pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Sekolah adalah wadah untuk menanamkan investasi bagi mimpi-mimpi mereka,” pungkasnya. Adv




















