Panen Nila Ukuran Konsumsi di UPTD BBIP Poniang, DKP Sulbar Targetkan Produksi 3 Ton Tahun Ini

2

Majene, MandarPos.com – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Poniang kembali melakukan panen ikan nila ukuran konsumsi pada Selasa, 6 Oktober 2026. Panen kali ini disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat, Safaruddin, S.DM.

Kegiatan produktif ini merupakan implementasi langsung dari arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka dan Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, dalam rangka memperkuat kemandirian pangan dan optimalisasi peran UPTD sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Panen dilakukan pada dua petak kolam budidaya, yakni Kolam 1 dengan luas 10 x 40 m² dan Kolam 2 seluas 30 x 40 m². Hasil panen menunjukkan kualitas yang optimal dengan ukuran konsumsi ideal, yakni size 5-6 ekor per kilogram.

Kepala DKP Sulbar, Safaruddin, S.DM yang hadir didampingi Kepala Bidang PB-PDSPKP Fachrul A. Odang dan Kepala Bidang PSDKP Irwan Latif, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong UPTD menjadi pusat percontohan budidaya yang menguntungkan.

Dalam keterangannya, Safaruddin menyampaikan bahwa kehadirannya untuk memastikan produktifitas di UPTD Poniang berjalan maksimal.

“Saya sengaja menyempatkan hadir di panen nila hari ini untuk memastikan langsung bahwa UPTD kita produktif. Sesuai arahan Bapak Gubernur Suhardi Duka dan Bapak Sekprov Junda Maulana, UPTD tidak boleh hanya jadi beban APBD. Keberadaan UPTD Poniang ini harus menjadi dua hal sekaligus: pertama, sebagai penyumbang nyata Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan yang kedua, yang paling penting, menjadi penopang dan penyuplai benih serta hasil produksi bagi KDKMP – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sedang kita bangun di seluruh Sulbar. Dari Poniang untuk Sulbar Malaqbi,” tegas Safaruddin.

Target 3 Ton dan Inovasi Tebar Vannamei

Kepala Seksi Informasi dan Pemasaran, Suleman Mangayu, menjelaskan bahwa target produksi UPTD BBIP Poniang tahun ini dipatok sebesar 3 ton.

“Alhamdulillah panen hari ini pembelinya sudah ada, datang langsung dari Tarailu, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju. Ini bukti bahwa nila air tawar mulai diterima,” ujar Suleman.

Menariknya, di kolam yang sama usai panen, pengelola UPTD langsung melakukan penebaran benih udang Vannamei. Pola ini dikenal sebagai sistem budidaya rotasi komoditas, yang bertujuan untuk memutus siklus penyakit, mengoptimalkan lahan, dan meningkatkan produktivitas kolam secara berkelanjutan.

Tantangan Budidaya Air Tawar di Daerah Pesisir

Di balik capaian tersebut, Suleman mengungkapkan beberapa tantangan yang masih dihadapi. “Pertama faktor cuaca yang tidak menentu sangat mempengaruhi nafsu makan ikan. Kedua, harga pakan yang masih tinggi. Dan ketiga yang paling krusial adalah pangsa pasar yang masih terbatas, karena kebiasaan masyarakat pesisir kita memang lebih cenderung mengonsumsi ikan laut,” jelasnya.

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Melalui UPTD BBIP Poniang, DKP Sulbar terus berupaya melakukan edukasi gizi bahwa ikan nila kaya akan protein, omega-3, dan rendah lemak, serta harganya yang lebih terjangkau dan ketersediaannya bisa dipanen kapan saja, tidak tergantung musim melaut.