
SULBAR, MandarPos.com – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat memastikan proses penerimaan siswa baru (SPMB) tahun ajaran ini secara umum berjalan dengan baik dan lancar, meskipun terdapat beberapa catatan penting yang menjadi fokus perhatian. Sebagian sekolah baru menggunakan aplikasi SPMB daring tahun ini, yang memicu tantangan baru bagi sebagian masyarakat dan siswa.
Sekretaris Dinas Pendidikan Sulawesi Barat, Sjafuddin, menjelaskan bahwa kendala utama yang ditemukan adalah minimnya pemahaman masyarakat dan siswa terhadap sistem pendaftaran daring melalui aplikasi. “Ini yang belum diketahui oleh sebagian masyarakat siswa sehingga terkendala pada saat melakukan pendaftaran,” ujar Sjafuddin.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Pendidikan menekankan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam memfasilitasi pendaftaran secara daring. Fasilitasi ini bisa dilakukan dengan membantu siswa secara langsung atau memfasilitasi mereka untuk mendaftar secara mandiri.
Sjafuddin menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring langsung ke beberapa sekolah untuk memantau pelaksanaan SPMB.
“Kemarin kami melakukan monitoring di SMK 1 Labuan, SMK 1 Campalagian, SMK Luyo, SMK 1 Wonomulyo, SMA 1 Polewali, [dan] SMA 3 Polewali,” sebutnya.
Menurut Sjafuddin, Dinas Pendidikan memiliki data kontrol di aplikasi dinas yang memungkinkan mereka memantau perkembangan SPMB di setiap sekolah.
“Kami kan selalu monitoring di aplikasi dinas sehingga ketika kami lihat ada kurang perkembangan, katakanlah misalnya kenapa ini ada datanya masih nol di sekolah X, makanya kami cek langsung ke lapangan,” jelasnya.
Dari hasil pengecekan lapangan, ditemukan bahwa kendala yang dihadapi siswa dan sekolah tidak hanya pada kurangnya pemahaman aplikasi, tetapi juga masalah jaringan internet yang terganggu di beberapa lokasi.
“Anak-anak juga belum memahami pendaftaran melalui aplikasi daring, makanya kami sampaikan seperti apa solusinya dan berikan arahan seperti ini solusinya ketika ada masalah-masalah yang dihadapi seperti itu,” imbuhnya.
Sjafuddin menyampaikan harapannya agar pelaksanaan SPMB tahun ini berlangsung tanpa hambatan berarti.
“Harapan saya, pelaksanaan SPMB ini berlangsung baik, tidak ada riak, dan lancar betul-betul semata-mata agar distribusi siswa ke semua sekolah di Sulawesi Barat itu berlangsung dengan baik,” tegasnya.
Dinas Pendidikan berkomitmen penuh untuk memastikan tidak ada siswa yang tidak tertampung hanya karena masalah teknis atau ketiadaan sekolah yang menerima.
“Jangan sama sekali ada anak yang tidak tertampung hanya karena persoalan tidak ada sekolah yang menerima. Itu kita pastikan semua warga negara dapat sekolah sesuai dengan pilihannya dengan aturan yang ada,” pungkas Sjafuddin. (Adv/Ir)



















