
MAMUJU, MandarPos.com – Aliansi Mahasiswa Sulawesi Barat (Sulbar) kembali menyoroti dugaan praktik korupsi pada program pembangunan sarana air bersih yang melekat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamuju. Hal ini ditegaskan saat massa melakukan aksi di Kantor Dinas PUPR Mamuju pada Rabu (22/12/2025).
Koordinator Aliansi Mahasiswa Sulbar, Ahyar, mengungkapkan kekecewaannya usai melakukan pertemuan dengan Sekretaris Dinas PUPR. Ia menduga proyek air bersih tahun anggaran 2022 hingga 2024 yang menelan dana miliaran rupiah tersebut dikerjakan secara asal-asalan oleh pihak kontraktor.
“Kami menduga ada aroma korupsi dalam program ini. Proyek di beberapa desa hingga saat ini sama sekali tidak mengalirkan air, namun pembayarannya telah dilakukan 100 persen oleh dinas terkait,” ujar Ahyar.
Ahyar menambahkan, pihaknya bersama warga sudah berulang kali mendatangi Kantor PUPR untuk berdialog langsung dengan Kepala Dinas maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Namun, ia menyayangkan sikap pimpinan dinas yang terkesan menghindar.
“Kami sangat kecewa karena Kadis tidak ingin menemui kami. Kami menduga ada keterlibatan ‘orang dalam’ dengan pihak kontraktor, melihat kondisi pekerjaan yang tidak memperhatikan asas manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Mamuju, Nurnahida, mengaku belum mengetahui secara detail proyek yang dimaksud karena dirinya baru beberapa bulan menjabat.
“Saya baru menjabat di sini, jadi tidak tahu persis proyek air bersih ini. Namun, aspirasi dari adik-adik mahasiswa sudah kami terima dan akan diteruskan ke Pak Kadis,” kata Nurnahida.
Terkait ketidakhadiran Kepala Dinas dalam beberapa kali aksi mahasiswa, Nurnahida mengaku jika pimpinannya sedang memiliki agenda di luar kantor. “Insyaallah minggu depan kita jadwalkan audiensi resmi agar mahasiswa bisa berdialog langsung dengan Pak Kadis,” tambahnya.
Persoalan ini sebelumnya telah menjadi keluhan masyarakat di beberapa desa, seperti Desa Tanete Pao, Desa Patidi, Desa Ahu, dan Desa Saletto. Warga melaporkan bahwa air hanya mengalir saat proses serah terima (PHO) dilakukan, namun setelah itu air tak kunjung mengalir hingga saat ini. (Jo)



















