
Mamuju, Mandarpos.com – Proyek pembangunan sarana air bersih di Desa Tanete Pao, kecamatan Tapalang Barat khususnya di Dusun Tanete Kalaha, dilaporkan mengalami kegagalan total dan memicu kekecewaan mendalam dari masyarakat setempat.
Diketahui Program yang awalnya diharapkan menjadi solusi atas krisis air bersih justru dinilai tidak memberikan manfaat nyata bagi warga.
Sejumlah warga yang di temui reporter media ini Kamis, 16/04/2026 mengungkapkan bahwa fasilitas yang dibangun tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. Infrastruktur yang seharusnya mengalirkan air bersih ke rumah-rumah warga dilaporkan tidak berfungsi, bahkan sejak awal selesai dikerjakan. Kondisi ini membuat masyarakat tetap bergantung pada sumber air tradisional yang terbatas
“Kami sangat kecewa. Proyek ini sudah selesai, tapi air tidak pernah mengalir. Ini sama saja bohong,” ujar salah satu warga Dusun Tanete Kalaha dengan nada kesal.
Kegagalan proyek ini memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan, mulai dari perencanaan hingga penggunaan anggaran. Warga pun mulai mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.
Atas kondisi ini, masyarakat secara terbuka meminta Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat untuk tidak tinggal diam. Mereka mendesak adanya penyelidikan menyeluruh guna mengungkap apakah terjadi penyimpangan dalam proyek yang menggunakan dana publik tersebut.
“Ini harus diusut tuntas. Jangan sampai ada yang bermain dengan anggaran rakyat. Kami minta Kejati Sulbar turun langsung,” tegas tokoh masyarakat setempat.
Diketahui jika Proyek air bersih tersebut yang ada di desa Tanete Pao ada dua titik tahun anggaran 2023 dan 2024 yang sampai saat ini tidak perna sama sekali airnya mengalir namun warga kaget
Karena tim PHO yang melakuka Pemeriksaan mencairkan seratus Persen dana Proyek tersebut.Ungkap kasmin.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab pasti kegagalan proyek tersebut. Namun tekanan dari masyarakat terus meningkat agar aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, yakni akses terhadap air bersih. Warga berharap, selain adanya penegakan hukum, pemerintah juga segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kondisi dan memastikan kebutuhan air bersih mereka terpenuhi.ucapnya kasmin.(Jo)



















