BUMDes Ahu Sejahtera Merugi, Ketua BUMDes Sebut Nasabah Enggan Bayar Pinjaman

2

Mamuju, Mandarpos.com – Unit usaha simpan pinjam milik BUMDes Ahu Sejahtera, Desa Ahu, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, dilaporkan mengalami kerugian akibat banyaknya pinjaman yang tidak dikembalikan oleh nasabah.

Mantan Ketua BUMDes Ahu Sejahtera, Salman, mengakui kondisi tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mengganggu perputaran modal usaha BUMDes selama masa kepemimpinannya.

Menurut Salman, sejumlah nasabah yang telah menerima pinjaman hingga kini belum menunjukkan itikad baik untuk membayar angsuran maupun mengembalikan dana yang telah dipinjam.

“Banyak nasabah yang mengambil dana, tetapi sampai sekarang tidak ada pembayaran iuran maupun angsuran. Ini yang membuat usaha simpan pinjam mengalami kerugian,” ujar Salman saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).

Akibat tunggakan yang terus menumpuk, kondisi keuangan unit usaha simpan pinjam BUMDes Ahu Sejahtera mengalami tekanan serius. Perputaran dana yang seharusnya dapat kembali dipinjamkan kepada masyarakat kini terhambat.

Situasi tersebut berdampak pada keberlangsungan program pemberdayaan ekonomi desa. Padahal, unit simpan pinjam diharapkan menjadi salah satu sektor usaha strategis untuk menopang kebutuhan permodalan masyarakat sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).

Salman menjelaskan, BUMDes Ahu Sejahtera sebelumnya telah menerima suntikan modal dari Pemerintah Desa sebesar Rp100 juta yang dialokasikan untuk sektor simpan pinjam serta pembangunan pasar desa.

Dari total dana tersebut, sekitar Rp60 juta digulirkan kepada kurang lebih 30 nasabah, dengan nilai pinjaman rata-rata sekitar Rp2 juta per orang. Namun hingga saat ini, menurut Salman, belum ada satu pun nasabah yang mengembalikan pinjaman tersebut.

“Dana yang sudah digulirkan sekitar Rp60 juta kepada 30 nasabah, masing-masing sekitar Rp2 juta. Tapi sampai sekarang belum ada pengembalian,” tegas Salman.

Lanjut Selman, ia juga menjelaskan selain Simpan pinjam Bumdes, juga saat itu melakukan pembangunan pasar, bekerja sama dengan pemilik lahan namun sampai saat ini belum ada iuran pasar yang masuk ke kas Bumdes,”ungkap Salman. (Jo)