
Mamuju, MandarPos.com – Mantan Ketua BUMDes Ahu Sejahtera, Desa Ahu, Kecamatan Tapalang Barat, Salman, membantah tudingan sejumlah warga yang menilai pengelolaan BUMDes selama masa kepemimpinannya tidak transparan dan tidak pernah dilaporkan, termasuk terkait aset BUMDes.
Saat dihubungi Reporter media ini, Kamis, 07-05-2026, Salman menegaskan bahwa seluruh penggunaan dana dan kegiatan BUMDes Ahu Sejahtera telah dilaporkan kepada pemerintah desa selama dirinya menjabat sebagai ketua.
Menurut Salman, tudingan masyarakat yang beredar melalui media terkait tidak adanya laporan pengelolaan pendapatan BUMDes adalah tidak benar.
“Apa yang disampaikan masyarakat melalui media itu tidak benar. Selama saya menjabat, saya sudah melaporkan dan memaparkan penggunaan dana BUMDes kepada pihak desa,” ujar Salman.
Ia menjelaskan, usaha utama yang dikembangkan BUMDes Ahu Sejahtera saat dirinya menjabat adalah program simpan pinjam. Dari total dana yang dikelola, sekitar Rp60 juta disalurkan kepada 30 warga yang menjadi nasabah BUMDes dalam bentuk pinjaman.
“Saat saya menjabat sebagai ketua BUMDes, dana itu dibagikan kepada warga melalui program simpan pinjam. Namun,seiring barjalanya waktu para nasabah tidak melakukan pembayaran iuran atau cicilan atas dana yang mereka ambil, sehingga kas BUMDes akhirnya habis,” ungkapnya.
Selain program simpan pinjam, Salman juga mengungkapkan bahwa sebagian dana BUMDes digunakan untuk pengadaan Pasar Desa sebagai salah satu bentuk pengembangan usaha desa.
Ia menegaskan, seluruh kegiatan tersebut telah dilaporkan secara resmi kepada pemerintah desa. Bahkan, laporan pertanggungjawaban di akhir masa jabatannya disampaikan bersamaan dengan proses pemilihan ketua BUMDes yang baru dan turut mengundang tokoh masyarakat setempat saat itu.
“Di akhir masa jabatan saya, laporan sudah saya sampaikan sekaligus dengan agenda pemilihan ketua BUMDes yang baru. Saya mengundang seluruh tokoh masyarakat Desa Ahu, hanya saja yang hadir saat itu memang tidak banyak,” jelasnya.
Menurut Salman, minimnya kehadiran masyarakat dalam rapat laporan pertanggungjawaban itu menjadi salah satu penyebab munculnya asumsi di tengah warga bahwa pengelolaan BUMDes tidak transparan.
Terkait isu adanya aset mobil truk BUMDes yang kini dipertanyakan warga, Salman mengaku tidak mengetahui secara pasti keberadaan maupun status kendaraan tersebut. Ia menegaskan bahwa selama dirinya menjabat, tidak pernah ada penjelasan dari pengurus sebelumnya mengenai adanya aset mobil truk milik BUMDes.
“Saya tidak tahu persis soal mobil yang dimaksud, karena bukan saya yang melakukan pengadaan. Selama saya menjabat pun saya tidak pernah melihat mobil itu,” tegas Salman.
Diketahui, BUMDes Ahu Sejahtera di bawah kepemimpinan Salman pernah menerima suntikan dana dari Pemerintah Desa Ahu sebesar kurang lebih Rp100 juta. Namun, dalam perjalanan pengelolaannya, usaha tersebut dikabarkan mengalami kerugian hingga menjadi pertanyaan masyarakat. (Jo)





















