Wujudkan Swasembada Pangan, Desa Lebani Optimalkan 20% Dana Desa Lewat Budidaya Ayam Petelur

4
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Jaya Bersama, Desa Lebani, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju

Mamuju, MandarPos.com — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Jaya Bersama, Desa Lebani, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, berhasil mengembangkan usaha ayam petelur dengan produksi mencapai 540 butir telur per hari atau setara sekitar 18 rak.

Ketua BUMDes Maju Jaya Bersama Lebani, Yuliana, saat ditemui media ini menjelaskan bahwa kandang ayam yang dikelolanya kini menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Dari total sekitar 650 ekor ayam, produksi telur terus stabil setiap harinya.

“Kandang ayam kami sudah dapat menghasilkan hingga 18 rak telur per hari dari total 650 ekor ayam yang kami miliki,” ujar Yuliana.

Meski produksi terbilang baik, Yuliana mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini menghadapi kendala dalam pemasaran. Distribusi telur masih terbatas di wilayah Desa Lebani dan desa-desa sekitarnya, sehingga dalam beberapa hari terakhir produksi telur mulai menumpuk karena kondisi pemasaran yang belum ada.

“Kami berharap ada kerja sama dengan dapur MBG agar dapat membantu menyerap produksi telur kami. Saat ini telur mulai menumpuk karena pemasaran menurun,” jelasnya.

Selain berkontribusi pada perekonomian desa, keberadaan usaha ayam petelur ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat. Hingga kini, BUMDes telah mempekerjakan dua orang warga untuk mengelola dan mengontrol kandang ayam.

“Alhamdulillah, saat ini kami sudah mempekerjakan dua orang warga. Semoga ke depan bisa bertambah sehingga dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja,”
tambah Yuliana yang akrab disapa Ana.

Sementara itu, Sarifuddin, salah satu pekerja kandang, mengaku bersyukur atas adanya usaha tersebut. Ia mengatakan bahwa pekerjaan di kandang ayam membantu meningkatkan pendapatan keluarganya.

“Alhamdulillah, dengan adanya kandang ayam petelur milik BUMDes ini, saya bisa bekerja dan menambah penghasilan. Sebelumnya saya hanya bekerja di kebun, sekarang ada tambahan ekonomi,” ungkapnya.

Keberhasilan BUMDes Maju Jaya Bersama ini diharapkan dapat terus berkembang serta menjadi contoh bagi desa lain dalam mengelola potensi ekonomi lokal secara mandiri dan berkelanjutan.

Di ketahui jika Tujuan utama ketahanan pangan di desa adalah untuk mewujudkan kemandirian pangan tingkat lokal dengan memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan yang beragam, bergizi, serta aman bagi masyarakat desa secara berkelanjutan. Program ini, yang didukung minimal 20% dana desa,yang berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian/perikanan lokal/peternakan penguatan ekonomi, serta pencegahan stunting.

Berdasarkan Keputusan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 3 Tahun 2025 tentang Panduan Penggunaan Dana Desa Untuk Ketahanan Pangan Dalam Mendukung Swasembada Pangan adalah berdasarkan Peraturan Menteri Desa, dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 2 Tahun 2024 tentang Petunjuk Operasional atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2025, fokus penggunaan Dana Desa untuk program Ketahanan Pangan dialokasikan paling rendah sebesar 20% (dua puluh persen) dan melibatkan Badan Usaha Milik Desa, Badan Usaha Milik Desa bersama, atau kelembagaan ekonomi masyarakat di Desa. (Jo)