DEMO MELEDAK DI BWS SULBAR! Massa Tuduh Ada Program Fiktif dan Pergeseran Proyek Bendungan Tanpa Musyawarah

12

MAMUJU, Mandarpos.com – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh kelompok warga bersama mahasiswa IPMAPUS Sulawesi Barat di Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi Barat, Selasa, 2 Juni 2026 diwarnai aksi saling dorong antara massa aksi dan petugas pengamanan.

Dalam aksi tersebut, massa menuntut transparansi penggunaan anggaran sejumlah kegiatan yang melekat pada Balai Wilayah Sungai Sulbar. Mereka menduga terdapat beberapa program yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dan bahkan disinyalir fiktif.

Koordinator lapangan aksi, Akbar, menegaskan bahwa pihaknya meminta BWS Sulbar membuka secara terang-benderang seluruh penggunaan anggaran yang dinilai menimbulkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat.

” Kami menduga ada sejumlah kegiatan yang perlu dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik. Karena itu kami datang meminta transparansi dan penjelasan resmi dari pihak BWS Sulbar,” tegas Akbar dalam orasinya.

Selain menyoroti dugaan kegiatan fiktif, massa juga mempertanyakan adanya perubahan lokasi pembangunan bendungan di wilayah Tamasapi yang disebut tidak sesuai dengan titik koordinat yang telah ditetapkan sebelumnya.

Menurut Akbar, perpindahan lokasi proyek tersebut diduga dilakukan tanpa melibatkan pemerintah setempat maupun masyarakat yang terdampak.

“Kenapa pembangunan ini tiba-tiba dipindahkan dari titik awal tanpa musyawarah dengan pemerintah setempat dan warga sekitar? Ini yang kami pertanyakan,” ujarnya.

Aksi yang berlangsung cukup tegang itu sempat memicu aksi saling dorong antara massa dan petugas keamanan. Meski demikian, situasi berhasil dikendalikan dan aksi tetap berlangsung hingga massa menyampaikan seluruh tuntutannya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Balai Wilayah Sungai Provinsi Sulawesi Barat belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi. *