Dituding Sarang Proyek Bermasalah, Kantor BWS V Sulbar Disegel Demonstran

2

MAMUJU, Mandarpos.com – Aksi unjuk rasa yang digelar warga bersama mahasiswa Ikatan Pelajar Mahasiswa PUS (IPMAPUS) Sulawesi Barat di Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sulawesi Barat berujung pada penyegelan kantor instansi tersebut, Selasa (2/6/2026).

Penyegelan dilakukan sebagai bentuk kekecewaan massa aksi terhadap sejumlah program dan kegiatan BWS V Sulbar yang dinilai tidak transparan dalam pelaksanaannya.

Ketua IPMAPUS Sulbar, Akbar, dalam orasinya menegaskan bahwa kedatangan mereka ke Kantor BWS V Sulbar bertujuan untuk bertemu langsung dengan Kepala Balai guna meminta penjelasan terkait sejumlah program yang diduga bermasalah.

Menurutnya, terdapat beberapa kegiatan yang diduga tidak sesuai dengan perencanaan awal, bahkan ada yang dicurigai sebagai kegiatan fiktif.
“Kami meminta pihak BWS membuka ruang dialog dengan massa aksi terkait dugaan sejumlah kegiatan fiktif. Selain itu, kami juga menemukan adanya dugaan pemindahan titik koordinat pekerjaan tanpa persetujuan masyarakat maupun pemerintah setempat,” tegas Akbar.

Dalam aksinya, massa menyampaikan enam tuntutan kepada pihak BWS V Sulbar, yakni:

1.Mengusut tuntas dugaan pemindahan titik lokasi pekerjaan Bendungan Sungai Mbaho.

2.Mengusut tuntas dugaan pekerjaan fiktif rehabilitasi bendungan di Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa.

3.Menghentikan dugaan diskriminasi terhadap kontraktor lokal di lingkungan BWS V Sulbar.

4.Mengevaluasi seluruh pekerjaan talud yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.

5.Mengusut pekerjaan pembangunan area parkir BWS yang diduga menggunakan material ilegal dengan anggaran yang dinilai tidak wajar.

6.Meminta Kepala BWS V Sulbar meninggalkan Sulawesi Barat apabila tidak mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di instansi tersebut.

Hingga aksi berakhir, pihak BWS V Sulbar belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai tudingan yang disampaikan demonstran. Hal itu karena tidak ada pimpinan yang berada di kantor saat aksi berlangsung.

“Tidak ada pimpinan kami yang bisa memberikan penjelasan terkait hal ini,” ujar salah seorang staf BWS V Sulbar saat dimintai keterangan oleh awak media.

Aksi penyegelan kantor tersebut menjadi bentuk tekanan massa agar dugaan persoalan yang mereka soroti dapat segera ditindaklanjuti dan mendapat penjelasan terbuka dari pihak BWS V Sulbar. (Jo)