
MAMUJU – Mandarpos.com – Temuan ribuan bibit kelapa sawit di sekitar lokasi Perambahan kawasan hutan di Desa Tanete Pao, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, memunculkan dugaan pembukaan lahan dipersiapkan untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit.
Dari pantauan Mandarpos.com, beberapa hari yang lalu ribuan bibit sawit tampak berada di sebuah areal pembibitan yang lokasinya tidak jauh dari kawasan hutan yang telah dibuka.
Bibit-bibit tersebut terlihat dirawat di sebuah pondok sederhana sebelum dipindahkan ke lokasi penanaman.
Seorang warga asal Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) yang ditemui di sekitar lokasi pembibitan mengaku bibit tersebut memang disiapkan untuk ditanam di lahan yang telah dibuka.
“Iye Pak, mau ditanam ini sawit. Sementara dipelihara dulu bibitnya,” ujar pria tersebut.
Di lokasi yang sama, seorang pekerja asal Kecamatan Kalukku mengaku dirinya hanya bekerja sebagai penebang pohon dan tidak memiliki lahan di kawasan tersebut.
“Saya, Pak, tidak ada lahan di sini. Saya hanya kerja untuk menebang pohon,” katanya.
Temuan pembibitan sawit dan pengakuan para pekerja tersebut semakin menambah perhatian publik terhadap aktivitas pembukaan lahan di kawasan yang diduga merupakan kawasan hutan lindung
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi mengenai siapa pihak yang mengoordinasikan aktivitas tersebut maupun pihak yang diduga menjual lahan kepada sejumlah warga asal Mamuju Tengah.
Reporter Median ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak instansi terkait oknum warga yang mendatangakan warga mateng melakukan perambahan hutan.
Terpisah Aktivis Lingkungan Hidup Irman yang juga Putra Asal Kecamatan Tapang Barat mendesak aparat penegak hukum khususnya Gakkum bersama Dinas Kehutanan Provinsi Silbar untuk mengusut tuntas dugaan perambahan kawasan hutan di Desa Tanete Pao, termasuk menelusuri pihak yang diduga menjadi penggerak, pendana, maupun penjual lahan,kepada warga Mateng,”Tegas Irman
Irman juga mengingatkan kepada warga mateng yang melakukan pembarmbahan hutan di Desa Tanete Pao agar tidak menyebrang ke lahan kawas Desa Labuang Rano,
“Kami juga mengingatkan agar warga mateng yang membuka lahan di Desa tanete Pao agar tidak menyebrang ke wilayah Desa Labuang rano karena banyak lahan warga Desa labuang Rano yang berbatasan langsung Desa Tanete Pao,”Tegas Irman.
Dari informasi yang di peroleh media ini
Dari warga Tanete Pao inisial ( Hs ) pembukaan lahan di perkirakan sudah mencapai kurang lebih 50 hektar lebih,”tegas Hs. (j)



















