Camat Sampaga Tepis Tudingan Warganya, Keberpihakan Dirinya Ke Perusahan Tambang

213
Gambar : Camat Sampaga, Muh. Yusuf

Mamuju, MandarPos.com – Camat Sampaga Tepis tudingan warganya terkait keberpihakan dirinya ke Pemilik perusahaan tambang pasir yang ada di Kecamatan Sampaga Kabupaten Mamuju.

Dimana warganya menduga jika Camat Sampaga lebih memihak kepada CV. Surya Stone Derajat dan delapan perusahaan tambang lainnya dibanding kepada Aspirasi warganya.

Menanggapi tudingan tersebut Muh. Yusuf, Menjelaskan kepada Media ini jika dirinya tidak pernah sama sekali ingin memihak kepada perusahaan tambang. Kamis, (12/09/2024).

“Jadi kalau kami dianggap main mata dengan pihak perusahaan.Itu sangat keliru, dan perlu diketahui jika pihak Pemerintah Kecamatan Sampaga itu tidak ada kewenangan untuk menentukan masuk dan tidaknya perusahaan tersebut”.

Yusuf Menegaskan “Saya tidak memihak ke Perusahaan tambang karena Kami tidak punya kewenangan mengenai izin dan sebagainya. Kami hanya ingin warga kami tetap dalam kondisi yang aman dan tertib.” Ucap Muh Yusuf.

Yusuf juga menambahkan dengan adanya Aksi warga terkait penolakan Perusahaan tambang pasir ini, karena akan merusak lingkungan dan di anggap tidak pernah melakukan sosialisasi sehingga menimbulkan adanya Pro dan Kontra di kalangan Masyarakat, Pihak Kecamatan Melalui Rapat Forum Pimpinan Kecamatan Sampaga, telah melakukan sosialisasi.

“Kami sudah menemui koordinator warga yang menolak tambang dan mengundang mereka untuk hadir dalam kegiatan Forum Forkopimda ini, namun mereka tidak hadir,”

Yusuf kembali menekankan bahwa dirinya hanya ingin mendengarkan aspirasi warganya agar dapat disampaikan langsung kepada pihak Dinas Terkait dan kepada CV. Surya Stone Derajat.

Namun disayangkan kerena warga yang menolak perusahaan tambang pasir ini justru tidak hadir dalam forum ini.

“Saya sangat berharap mereka hadir dalam forum ini agar saya bisa merekomendasikan keinginan mereka, namun mereka tidak hadir jadi apa yang harus saya rekomendasikan karena mereka tidak hadir” ujar Yusuf.

Hingga saat ini, pemerintah kecamatan terus berupaya melakukan pendekatan persuasif kepada warga agar membuka kembali akses jalan yang diblokir.

“Niat baik kami sering disalahartikan, itulah dinamika pemerintahan,” tutup Yusuf. (Js)

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini