Dialog Ilmiah Digelar, PT Perminas Jelaskan Eksplorasi LTJ kepada Pemuda dan Mahasiswa Botteng

4

MAMUJU, MandarPos.com – Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), La Ode Tarfin Jaya, membuka dialog bersama pemuda dan mahasiswa Botteng terkait rencana pemanfaatan Logam Tanah Jarang (LTJ) di wilayah Desa Botteng dan Takandeang, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Dialog tersebut digelar di Kampus STAI Al-Azhary Mamuju, Sabtu (5/9/2026), sebagai ruang bagi perusahaan untuk memberikan penjelasan mengenai aktivitas eksplorasi yang saat ini tengah dilakukan.

Di hadapan para pemuda dan mahasiswa, La Ode Tarfin memaparkan bahwa kegiatan yang dilakukan PT Perminas saat ini masih berada pada tahap eksplorasi, khususnya pengambilan sampel untuk mengetahui potensi kandungan LTJ di wilayah tersebut.

Menurutnya, proses eksplorasi dilakukan dengan memperhatikan aspek lingkungan. Ia menegaskan, eksplorasi belum dapat disamakan dengan kegiatan eksploitasi atau penambangan.

“Pengelolaan LTJ ini akan dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan. Tujuannya salah satunya untuk mendukung industri, termasuk mengurangi penggunaan kendaraan yang berbahan bakar minyak,” ujar La Ode Tarfin.

Ia menjelaskan, LTJ memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan pendukung berbagai sektor industri, termasuk teknologi kendaraan listrik roda dua maupun roda empat.

La Ode Tarfin Jaya, juga menegaskan bahwa hasil eksplorasi akan menjadi dasar bagi perusahaan dalam menentukan apakah kegiatan tersebut akan dilanjutkan ke tahap berikutnya.

“Perlu diketahui, proses eksplorasi ini hanya tahap pengambilan sampel. Artinya, kalau hasil sampel layak, kita akan lanjutkan. Kalau tidak layak, kita tidak lanjutkan,” jelasnya di hadapan mahasiswa.

Eksplorasi Tetap Jalan

Meski dialog telah dilakukan, PT Perminas memastikan rencana eksplorasi dan pengeboran di Botteng tetap berjalan sesuai agenda perusahaan.

La Ode mengatakan, kehadiran pihaknya dalam dialog merupakan bentuk keterbukaan perusahaan untuk memberikan penjelasan secara langsung kepada masyarakat dan kelompok pemuda yang sebelumnya menyampaikan permintaan dialog.

“Tadi kami sudah menunaikan tugas untuk menerima undangan mereka. Kita dengan penuh persaudaraan menjelaskan kondisi saat ini. Karena kalau kami menjelaskan langsung eksploitasi, itu belum sampai. Khawatirnya ada sesuatu yang kurang pas. Makanya kami berusaha menjelaskan sesuai dengan tahapan eksplorasi,” katanya.

Menurut La Ode, kegiatan eksplorasi diperlukan untuk memastikan ada atau tidaknya potensi ekonomi LTJ di wilayah tersebut.

Hasil eksplorasi nantinya akan menjadi dasar perusahaan dalam menentukan langkah selanjutnya. Jika ditemukan potensi ekonomi yang dinilai layak, kegiatan dapat dilanjutkan. Sebaliknya, apabila hasilnya tidak memenuhi harapan, perusahaan akan melakukan evaluasi.

“Langkah selanjutnya kami akan tetap sesuai dengan rencana. Kita akan meneruskan eksplorasi pengeboran sampai selesai. Mudah-mudahan setelah eksplorasi dilakukan ada hasilnya. Kalau positif dan memiliki potensi ekonomi, kita lanjutkan. Kalau memang tidak, kita evaluasi,” terangnya.

Pengeboran Lebih dari 30 Titik hingga 2027

PT Perminas menyebut kegiatan pengeboran tahap pertama di wilayah Botteng direncanakan mencapai lebih dari 30 titik.

Kegiatan tersebut juga diproyeksikan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang, dengan rangkaian eksplorasi direncanakan hingga 2027.

“Pengeboran di Botteng di atas 30 titik. Itu tahap satu. Totalnya nanti di atas itu, waktunya sampai 2027,” pungkas La Ode Tarfin.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dialog antara perusahaan dengan pemuda dan mahasiswa Botteng belum menghasilkan titik temu terkait keberlanjutan eksplorasi LTJ.

Di satu sisi, PT Perminas memandang eksplorasi sebagai tahapan untuk mengetahui potensi ekonomi mineral sebelum menentukan keputusan lebih lanjut. Namun di sisi lain, penolakan dari sebagian masyarakat menunjukkan bahwa persoalan LTJ di Botteng tidak hanya berkaitan dengan potensi ekonomi.

Kekhawatiran masyarakat juga menyangkut dampak ekologis, sosial, serta kepastian perlindungan terhadap wilayah dan kepentingan masyarakat setempat.

Dengan rencana pengeboran lebih dari 30 titik dan kegiatan yang diproyeksikan berlangsung hingga 2027, polemik eksplorasi LTJ di Botteng dipastikan masih akan aman untuk lingkungan PT Perminas Akan memperhatikan aspek lingkungan dan kepentingan masyarakat,”ungkap Laode. **