
Mamuju, MandarPos.com – Kemarahan ratusan petani kelapa sawit di Kecamatan Tommo akhirnya memuncak. Mereka menggelar aksi demonstrasi besar-besaran dengan mendatangi dan mengepung area PT Manakarra Unggul Lestari (MUL), Kamis (18/6), kehadiran para petani ini sebagai bentuk protes terhadap kebijakan perusahaan yang dinilai tidak adil dalam menerima Tandan Buah Segar (TBS) sawit milik petani.
Aksi tersebut dipicu oleh kebijakan manajemen perusahaan yang melarang kendaraan pengangkut milik petani memasuki area pabrik dengan alasan antrean yang padat. Namun di saat yang sama, sejumlah kendaraan milik mitra tertentu justru disebut tetap diperbolehkan masuk dan melakukan bongkar muat.
Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan petani. Mereka menilai perusahaan menerapkan perlakuan berbeda yang berpotensi merugikan petani lokal yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil perkebunan sawit.
“Padahal semua buah berasal dari petani. Seharusnya perusahaan bersikap adil dan tidak tebang pilih dalam menerima hasil panen masyarakat,” ujar RW, salah satu perwakilan petani saat memberikan keterangan.
Menurut para petani, keterlambatan penerimaan TBS dapat berdampak langsung pada kualitas buah dan berpotensi menurunkan nilai jual hasil panen mereka. Situasi tersebut dinilai semakin memperberat beban ekonomi petani yang selama ini menjadi salah satu penopang sektor perkebunan di wilayah Tommo.
Dalam aksinya, massa mendesak PT MUL segera melakukan pembenahan terhadap sistem penerimaan TBS agar lebih transparan, terbuka, dan memberikan perlakuan yang sama kepada seluruh petani tanpa membedakan asal kendaraan maupun kelompok pemasok.
Para demonstran juga meminta perusahaan menghentikan praktik yang dianggap mengistimewakan pihak-pihak tertentu. Mereka menegaskan bahwa seluruh petani memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses pelayanan dalam proses penjualan hasil panen.
Aksi yang berlangsung dengan pengawalan aparat tersebut menjadi sinyal kuat meningkatnya keresahan petani terhadap tata kelola penerimaan buah sawit di perusahaan. Massa memperingatkan bahwa jika tuntutan mereka tidak mendapat respons serius, aksi dengan jumlah peserta yang lebih besar berpotensi kembali digelar.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Manakarra Unggul Lestari (MUL) belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan dan protes yang disampaikan para petani.(ir)



















