Sekelompok Orang Diduga Manfaatkan Isu Kebangkitan HTI untuk mendapat Keuntungan

740

Mamuju, MandarPos.com  – Isu kebangkitan kembali Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mencuat di tengah masyarakat, tak terkecuali di kabupaten Mamuju. Namun di balik isu ini, sejumlah pihak diduga memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi. Kelompok tertentu disebut-sebut menggunakan narasi ini sebagai alat untuk menarik simpati dan memperoleh suntikan dana, Selasa, 18 Februari 2025

Diketahui, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) merupakan gerakan Islam transnasional dan mengusung pendirian kembali khilafah Islamiyyah secara global. Secara teoretis, pendirian ini ditujukan demi tegaknya syariat Islam pada level politik dan kemasyarakatan. Persoalannya, ketika gagasan dan perjuangan tersebut dikembangkan di Indonesia, yang memiliki bentuk negara dan dasar negara final, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila, maka perjuangan HTI merupakan bagian dari upaya penistaan terhadap negara.

Meskipun secara politik perjuangan ini tidak akan berhasil, namun cukup efektif melakukan delegitimasi atas wawasan kebangsaan di kalangan Muslim yang berhasil mereka rekrut menjadi anggota.

Saat ini, terdapat lembaga Negara termasuk beberapa ormas Islam yang sedang menggelontorkan anggaran untuk pengawalan isu Radikalme di Indonesia. Hal ini dianggap sebagai celah bagi oknum yang sedang  memanfaatkan kondisi tersebut untuk mendapatkan keuntungan Kelompok dan Pribadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum ini memberikan provokasi : Bahwa ada kelompok yang tengah  menggalang dukungan untuk menghidupkan kembali organisasi yang telah dilarang oleh pemerintah sejak 2017. Mereka membangun narasi seolah-olah HTI sedang mencoba bangkit dengan memanfaatkan isu Palestina untuk membangun massa diseluruh wilayah Indonesia.

Pegiat Relawan Palestina Aswar Bahtiar, menilai saat ini ada beberapa oknum yang menggunakan berbagai platfrom media untuk menyebarkan narasi bahwa HTI akan kembali aktif, untuk menarik simpati dari masyarakat.

“Mereka menggunakan media sosial dan berbagai platform komunikasi untuk menyebarkan narasi bahwa HTI akan kembali aktif, sehingga menarik simpati dari masyarakat termasuk memberi kekhawatiran bahwa semua gerakan aksi bela palestina adalah kegiatan yang ditunggangi organisasi yang terlarang”. Ujar Aswar Bahtiar.

Sementara itu, pengamat politik dan terorisme Bambang Setiawan, melalui telepon selulernya mengungkapkan bahwa isu ini harus ditangani dengan serius agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kita harus waspada terhadap pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan isu sensitif seperti ini untuk kepentingan pribadi. Masyarakat juga perlu lebih kritis dalam menerima informasi dan tidak mudah terprovokasi,” kata analis keamanan Nasional, Bambang Setiawan.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini