
MAMUJU, MandarPos.com – Sebuah batu yang diduga memiliki nilai sejarah ditemukan di kawasan puncak Gunung Tarui, Desa Labuang Rano, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju. Temuan tersebut menarik perhatian warga karena bentuk dan letaknya yang dinilai tidak biasa.
Batu itu berada di lereng Gunung Tarui, tepat di bawah sebuah pohon beringin besar. Warga setempat memperkirakan batu tersebut telah berusia sangat tua dan diduga berkaitan dengan jejak peradaban masyarakat yang pernah mendiami kawasan pegunungan tersebut.
Secara fisik, batu itu memiliki tekstur alami dengan bentuk menyerupai silinder yang dinilai berbeda dari batu-batu lain di sekitarnya. Menurut warga, di lokasi tersebut tidak hanya terdapat satu batu, melainkan beberapa batu dengan karakteristik serupa di temukan di sekitar lereng gunung.
Berdasarkan penelusuran informasi melalui mesin pencari Google, bentuk batu di Gunung Tarui disebut memiliki kemiripan dengan sejumlah batu di berbagai daerah yang sering dikaitkan dengan peninggalan budaya, legenda rakyat, maupun kepercayaan sakral pada masa lampau. Namun, kesamaan bentuk tersebut belum dapat dijadikan bukti ilmiah mengenai asal-usul batu di Gunung Tarui.
Hingga kini, situs tersebut diketahui belum pernah diteliti secara arkeologis oleh pihak berwenang maupun lembaga yang berkompeten. Karena itu, dugaan mengenai usia maupun fungsi batu tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut agar dapat dipastikan secara ilmiah.
Salah seorang warga Desa Labuang Rano, Aksa Wahyu, meyakini batu tersebut merupakan peninggalan peradaban kuno yang patut dijaga keberadaannya.

“Kami yakin batu ini adalah jejak peradaban kuno. Apalagi posisi, ukiran, dan bentuknya sangat berbeda dengan batu yang biasa kami temukan. Batu seperti ini juga jumlahnya banyak, bukan hanya satu,” ujar Aksa Wahyu. **


















