Angka Kasus Penyakit Kusta di Sulbar Alami Peningkatan, Kenali Tanda Dini Penyebarannya

148
Wasor Kusta Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, Ririn Handayani

Mamuju, MandarPos.com – Kasus Penyebaran Penyakit kusta di Sulbar Mengalami peningkatan yang signifikan

Dimana pada tahun 2014 sebanyak 177 penderita kusta yang di temukan oleh tim dari Dinas Kesehatan Sulbar. Namun Pada tahun 2025 di fase semester 1 terhitung dari bulan Januari hingga Juni saat ini itu berada pada Anggka 104 dan jumlah ini mengalami peningkatan tinggi.

Wasor Kusta Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, Ririn Handayani saat ditemui di Kantornya menjelaskan jika penyebaran Kusta tahun ini itu mengalami peningkatan
Dimana pada fase semester satu di tahun 2025 itu sudah di temukan sebanyak 104 jiwa jadi masih tinggi karena ini masih semester Satu. Jelas Ririn, Rabu, 13 Agustus 2025.

Yang seharusnya kita di bawah Satu Koma namun kita masih menemukan dari 10 ribu jiwa masih terdapat 1 sampai 2 yang di temukan.

“Dan sampai saat ini kita tetap melakukan pamatauan terhadap penderita Kusta ini Untuk dilakukan pengobatan langsung melalui Puskesmas kepada warga yang sudah terdata Sebagai penderita Kusta.” ungkap Ririn.

Adapun Kabupaten yang Saat ini di temukan Penyakit Kusta tersebut diantaranya.

1. Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 53 kasus.

2. Kabupaten Majene 21 kasus.

3. Kabupaten Pasangkayu ada 12 kasus

4. Kabupaten Mamuju 10 kasus.

5. Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) 8 kasus.

“Dan Untuk Kabupaten Mamasa tidak ada kasus baru yang ditemukan tahun ini,” ungkap Ririn

Ririn juga menambahkan , jika penyakit menular ini itu menyasar ke semua kalangan mulai dari anak-anak hingga orang tua.

“Umur dari 0 sampai 16 tahun sudah ada dan sudah ada sekitar enam orang anak yang mengalami penyakit tersebut,” jelasnya.

Juga perlu diketahui jika Penyakit Kusta ini itu menyerang Saraf jadi jika terlambat di tangani akan menyerang Saraf dan akan terjadi kerusakan syaraf permanen, seperti pada syaraf, kulit, mata, dan organ lainnya.

Ririn mengungkapkan, kusta dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saraf, kulit, mata, dan organ lainnya jika tidak diobati.

“Seperti akan Komplikasi sering terjadi adalah mati rasa, kelemahan otot, deformitas tangan dan kaki, serta gangguan penglihatan,” ungkapnya.

Ririn juga menghimbau kepada masyarakat Jika menemukan ada kelainan pada kulit agar mendatangi Puskesmas Terdekat untuk di Konsultasikan ke Dokter Puskemas.

Diketahui jika Penyakit kusta menular melalui percikan cairan pernapasan (droplet) dari penderita yang belum diobati, terutama saat batuk atau bersin. Penularan juga bisa terjadi melalui kontak kulit yang lama dan erat dengan penderita, meskipun kontak singkat seperti berjabat tangan tidak dianggap sebagai penularan yang signifikan.

Penyakit kusta, atau lepra, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Gejala awal kusta seringkali tidak jelas dan berkembang perlahan, sehingga deteksi dini sangat penting untuk mencegah kecacatan.

Gejala kusta yang paling sering muncul adalah sebagai berikut:

1.Adanya bercak pada kulit, dapat berupa hipopigmentasi seperti panu atau kemerahan.

Salah satu Gejala kusta yang paling sering muncul, Adanya bercak pada kulit, dapat berupa hipopigmentasi seperti panu atau kemerahan

2.Bercak semakin lama semakin melebar. Muncul mati rasa pada kulit yang mengalami bercak.

3.Selain mati rasa, kelenjar keringat pada daerah bercak tidak aktif.

4.Terdapat pelebaran saraf, terutama pada saraf ulnaris, medianus, aulicularis magnus serta peroneus.

5.Alis rambut rontok.
Muka berbenjol-benjol dan tegang yang disebut facies leomina (muka singa).

6.Deformitas pada anggota gerak.
Kelainan pada mata. (Ir)