Kehadiran Tambang LTJ di Botteng, Timbulkan Kekhawatiran Masa Depan Petani Durian Motong

2
Foto : Salah satu petani durian Motong di Botteng Awaluddin.

Mamuju, MandarPos.com – Mandarpos.com-kehadiran tambang Logam Tanah Jarang (LTJ) di wilayah Botteng, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya para petani durian.

Salah satu petani durian Motong di Botteng Awaluddin, menilai pemerintah perlu melakukan kajian mendalam sebelum aktivitas pertambangan benar-benar berjalan.

Menurut Awaluddin, masyarakat saat ini masih mempertanyakan apakah keberadaan tambang nantinya benar-benar membawa manfaat bagi warga atau justru berdampak buruk terhadap sektor pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.ucap bang Awal saat ditemui media ini, 19 Mei 2026.

“Saya rasa pemerintah harus mengkaji kehadiran tambang ini. Kami sebagai petani durian nantinya akan seperti apa posisinya,” ujar Awaluddin.

Ia menjelaskan, potensi durian Motong di Botteng saat ini sangat menjanjikan dan mulai dikenal masyarakat luas. Karena itu, ia khawatir aktivitas pertambangan dapat mepengaruhi keberlangsungan lahan pertanian serta lingkungan yang menjadi penopang utama tanaman durian.

“Saat ini potensi tanaman durian Motong di Botteng benar-benar menjanjikan. Namun kalau ada tambang, kira-kira akan seperti apa nantinya,” tambahnya.

Kekhawatiran tersebut muncul karena sebagian besar masyarakat Botteng menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan. Warga berharap pemerintah tidak hanya melihat potensi ekonomi dari sektor tambang, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial, lingkungan, dan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat lokal. Ungkap Awal saat di temui.

“Kita tidak menolak Tambang namun kita harus memikirkan juga sektor pertania durian motong saat ini yang menjadi komuniti warga Botteng,”

Hingga kini, polemik rencana tambang LTJ di Botteng terus menjadi perhatian warga dan memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat, tokoh pemuda, hingga petani setempat. (Jo)