
MAMUJU, MandarPos.com – Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), La Ode Tarfin, menyatakan kesiapannya untuk menemui dan berdialog langsung dengan Komunitas Pemuda dan Masyarakat Adat Botteng (KPMA) terkait rencana kegiatan eksplorasi logam tanah jarang (LTJ) di Blok Botteng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan La Ode Tarfin saat menemui massa aksi dari KPMA usai pelaksanaan sosialisasi kegiatan eksplorasi pengeboran LTJ yang digelar di Desa Botteng.
Sosialisasi tersebut membahas tahapan awal eksplorasi serta potensi kandungan dan cadangan LTJ di Blok Botteng. Kegiatan itu turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan.
Di hadapan massa aksi dan mahasiswa, La Ode Tarfin menyampaikan bahwa pihaknya terbuka untuk melakukan dialog, baik dengan kelompok masyarakat yang menerima maupun yang menolak kegiatan eksplorasi LTJ.
“Jadi sosialisasi ini adalah tahap eksplorasi atau tahap awal untuk mengetahui apakah Desa Botteng dan Takandeang memiliki prospek atau tidak. Saya siap menerima dan berdialog, baik dengan yang menolak maupun yang menerima,” ungkap La Ode Tarfin saat menemui massa aksi.
Ia juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan penjelasan secara langsung kepada mahasiswa mengenai kegiatan eksplorasi LTJ yang saat ini berlangsung di wilayah Desa Botteng.
Menurut La Ode Tarfin, temuan LTJ di Sulawesi Barat disebut sebagai temuan pertama di Indonesia yang akan dikelola oleh PT Perminas.
Sementara itu, tawaran mahasiswa untuk melakukan dialog bersama pimpinan PT Perminas mendapat respons positif. La Ode Tarfin menerima ajakan tersebut dan menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam forum dialog.
Pertemuan tersebut rencananya akan dijadwalkan hari ini di Kampus STAI Al-Syarif Mamuju, dengan agenda membahas secara lebih mendalam mengenai kegiatan tambang LTJ di wilayah Botteng dan sekitarnya. (Jo)




















