
MAMUJU, MandarPos.com – Gelar aksi unjuk rasa refleksi peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-77 tahun di depan Kantor Wilayah Kemenag Sulbar. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Mamuju sorot dana beasiswa Apresiasi Prestasi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (ADIKTIS). Selasa (10/1/2023).
Program Kementerian Agama (Kemenag) tersebut dinilai tidak sesuai petunjuk teknis sehingga membuat mahasiswa khususnya di STIT Al-Chaeryah kecewa.
“Ini menjadi tidak teratur, tidak sepadan dengan harapan mahasiswa,” ujar Ketua HMI Mamuju Muhammad Ahyar Latif saat menyampaikan orasinya di depan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sulawesi Barat (Sulbar), Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kelurahan Simboro, Mamuju, Selasa (10/1/2023).
Kata Ahyar, dana tersebut ibarat timbunan dengan dalih sebagai tabungan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang jika diselisihkan ternyata tidak seimbang sama sekali.
Lanjutnya, kasus ini menjadi hal yang perlu ditindaklanjuti berkaitan dengan pertanggungjawaban, di mana hal tersebut tidak dilaksanakan dan pun terkesan mencurangi.
“Jadi, sekali pun ada yang tersalurkan itu banyak sekali potongan, juga ada yang tidak disalurkan sehingga kami menduga ini korupsi,” tegasnya.

Realitas lain terjadi menyayat hati para penyuluh agama yang sama sekali terkesan tidak dipandang, dan kurang diperhatikan.
“Padahal merekalah (penyuluh agama) yang langsung bersentuhan dengan ummat” sebutnya.
Tidak ada bentuk apresiasi yang terlihat sejauh para penyuluh tersebut bergerak.
Tidak kalah penting, persoalan haji dan umrah di wilayah Sulbar.
Terjadi banyak problem seharusnya menjadi prioritas refleksi di jajaran Kanwil Kemenag Sulbar.
1.Menindak secara tegas oknum yang melakukan pemotongan beasiswa adiktis.
2.Sejahterakan penyuluh agama.
3.Transparansi pengelolaan haji dan umroh.
Terpisah, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulbar H Syafrudin Baderung, menanggapi soal aksi demontrasi “Ini bahagian dari refleksi peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-77 yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Mamuju”.
“Dan ini adalah bagian dari Refleksi Amal Bakti yang terbaik di Kemenag Sulbar yang tidak pernah kita fikirkan adalah refleksi dari pihak luar
Dan seharusnya ini kita lakukan menjadi melembaga yang harus kita lakukan karena Dialog ini sangat penting
“Dialog Dengan pihak orang luar yang menilai Kementrian Agama itu sangat penting, untuk menjadi kritik bagi kita, untuk menjadi penyemangat dan evaluasi bagi kita. Yang mana harus kita benahi, dan yang harus kita tingkatkan”.
“Dan Kita tidak boleh alergi dengan kritikan, masukan dan ide perbaikan.Tetapi mari kita melihat ini untuk memajukan lembaga kita.
Lanjut H. Syafruddin, Kepada mahasiswa yang sudah melakukan unjuk rasa, Ini akan menjadi perhatian saya, apa yang mereka sampaikan harus kita perhatikan dan ditindaklanjuti.
Terkait masalah korupsi, Kami dari kementerian agama ini selalu berusaha menjadi lebih baik. justru saya yang akan mempidanakan jika ada yang dari kemenag Agama yang melakukan hal seperti itu. Pungkasnya. *

















